Jumat, 31 Oktober 2014

#Pinternet: Internet addiction

Internet Addiction



Weiss (dalam Weiten & Llyod, 2006) mengungkapkan bahwa loneliness tidak hanya disebabkan karena kesendirian yang dialami individu, tetapi karena tidak adanya hubungan tertentu yang diharapkan individu tersebut. Loneliness selalu muncul sebagai respon terhadap ketidakhadiran beberapa atau tipe - tipe hubungan khusus, atau lebih tepatnya sebuah respon terhadap ketidakadaan suatu hubungan yang diharapkan. dan teori dari Shaver & Rubeinsten (dalam Brehm, 2002) mengungkapkan bahwa individu yang mengalami loneliness menunjukkan beberapa reaksi untuk menghadapi loneliness yang dialaminya, diantaranya melakukan kegiatan aktif (seperti belajar, bekerja, melakukan hobi, membaca, menggunakan internet), membuat kontak sosial (seperti menelepon, chatting atau mengunjungi seseorang), melakukan kegiatan pasif (seperti menangis, tidur, tidak melakukan apapun), dan melakukan kegiatan selingan yang kurang membangun (seperti menghabiskan uang dan berbelanja). Beberapa aktivitas yang dilakukan individu yang mengalami loneliness tidak dapat menghasilkan kepuasan yang lebih tinggi dalam kehidupan sosialnya, bahkan kemungkinan justru dapat menyebabkan individu tersebut semakin sulit dalam membangun hubungan sosial yang lebih baik. Individu yang mengalami loneliness membutuhkan strategi coping yang lebih aktif dan positif terhadap loneliness yang dialaminya (Rook, dalam Brehm, 2002). saya setuju sekali dengan 2 teori diatas karena loneliness tidak selalu disebabkan oleh kesendirian yang dialami oleh individu bisa jadi disebabkan oleh tidak adanya hubungan khusus yang diharapkan oleh individu tersebut. Setelah individu merasakan loneliness pasti individu itu melakukan hal - hal yang disebutkan pada teori diatas, tapi pada saat seorang loneliness lebih banyak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan internet. Saya mengambil contoh pada 2 teori ini adalah apabila seorang ingin mempunyai hubungan khusus seperti pacaran tetapi kenyataannya individu tersebut tidak mendapatkan respon untuk mendapatkan hubungan khusus itu sehingga membuat individu tersebut merasa sendiri lalu individu tersebut melampiaskannya dengan bermain internet untuk mengusir kejenuhan atau menghibur kesendiriannya.
Young (1998) diungkapkan sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online. orang - orang yang menunjukkan sindrom ini akan merasa cemas, depresi atau hampa saat tidak online internet (Kandell dalam Weiten & Llyod, 2006). penggunaan internetnya sangat berlebihan, sehingga pada akhirnya mengganggu fungsinya dalam pekerjaan, disekolah, atau dirumah, serta menyebabkan korbannya mulai menyembunyikan tingkat ketergantungannya terhadap internet tersebut (Young, 1996).
Goldberg (1997) menyebut kecanduan internet dengan internet addiction disorder yaitu pola penggunaan internet yang maladaptif, yang menghasilkan pengerusakan atau distress secara klinis yang terwujudkan dalam tiga atau lebih kriteria internet addiction disorder, yang terjadi kapanpun selama 12 bulan yang sama. Kriteria diagnostik kecanduan internet dari Young (1996; 1999) yang terdiri dari merasa keasyikan dengan internet, perlu waktu tambahan dalam mencapai kepuasan sewaktu sewaktu menggunakan internet, tidak mampu mengontrol, mengurangi, atau menghentikan penggunaan internet, merasa gelisah, murung, depresi, atau lekas marah ketika berusaha mengurangi atau menghentikan penggunaan internet, mengakses internet lebih lama dari yang diharapkan, kehilangan orang-orang terdekat, pekerjaan, kesempatan pendidikan, atau karir gara-gara penggunaan internet, membohongi keluarga, terapis, atau orang-orang terdekat untuk menyembunyikan keterlibatan lebih jauh dengan internet, dan menggunakan internet sebagai jalan keluar mengatasi masalah atau menghilangkan perasaan seperti keadaan tidak berdaya, rasa bersalah, kegelisahan, atau depresi.
            Secara umum mahasiswa adalah suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya dalam ikatannya dengan perguruan tinggi (Sarwono, 2002). Di Indonesia, secara umum mahasiswa berusia sekitar umur 18- 21 tahun. Berdasatkan usia tersebut, mahasiswa dapat dikategorikan sebagai remaja akhir.

a. Pengaruh Loneliness Terhadap Internet Addiction Pada Individu Dewasa Awal Pengguna Internet

Individu dalam tahapan dewasa awal dengan tugas perkembangan membentuk hubungan intim dengan orang lain, maka kebutuhan akan intimasi merupakan unsure pokok dalam kepuasan suatu hubungan. Menurut Erikson, keintiman merupakan salah satu krisis dalam hidup, yaitu intimacy versus isolation, yang dikembangkan pada usia dewasa awal. Apabila individu dewasa awal dapat membentuk persahabatan yang sehat dan hubungan dekat yang intim dengan individu lain, maka intimasi akan tercapai, namun jika individu tidak berhasil mengembangkan intimasinya, maka individu tersebut akan mengalami isolasi dan merasakan loneliness.

Loneliness diartikan oleh Peplau & Perlman sebagai perasaan dirugikan dan tidak terpuaskan yang dihasilkan dari kesenjangan antara hubungan social yang diinginkan dan hubungan social yang dimiliki. Tiga elemen dari definisi loneliness yaitu pengalaman subyektif, tidak adanya hubungan tertentu yang diharapkan individu tersebut, dan individu yang mengalami loneliness menunjukkan beberapa reaksi untuk menghadapi loneliness yang dialaminya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi loneliness adalah usia, status perkawinan, gender, status social ekonomi, karakteristik latar belakang lainnya. Saat ini internet dianggap sebagai salah satu cara untuk mengurangi loneliness. internet telah memungkinkan dihubungkannya computer-komputer di belahan dunia tertentu dengan computer-komputer lain di belahan dunia yang lain. Hal ini memungkinkan pula dihubungkannya individu yang satu dengan yang lain dari berbagai belahan dunia. Internet telah memberikan kesempatan yang lebih luas sehingga orang-orang dapat saling berkenalan dan mengembangkan hubungan melalui layanan hubungan secara online, email, chat room, dan news group. Penggunaan internet sebagai salah satu cara untuk mengurangi loneliness. internet addiction oleh Young diungkapkan sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online. Orang-orang yang menunjukkan sindrom ini akan merasa cemas, depresi, atau hampa saat tidak online di internet.

Berdasarkan pemaparan diatas, maka terdapat hubungan positif antara loneliness dan internet addiction pada penggunaan internet. Peneliti ingin meneliti sejauh mana pengaruh loneliness terhadap internet addiction pada individu dewasa awal pengguna internet.
Variabel bebas yaitu loneliness, dan variabel tergantung internet addiction. Subjek penelitian adalah individu dewasa awal berusia 18 tahun ke atas, mengalami loneliness, memiliki kecenderungan mengalami internet addiction, dan telah menggunakan internet lebih dari 12 bulan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengambilan data dengan skala atau disebut dengan metode skala yang terdiri dari skala loneliness dan skala internet addiction. Metode analisis data menggunakan tekhnik analisis linear dengan persamaan y = a + bX, dan pengolahan data dilakukan dengan menganalisa menggunakan bantuan program SPSS for windows 15.0 version.
Masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi internet addiction pada penggunaan internet, Graham mengungkapkan bahwa internet addiction dipengaruhi oleh faktor genetic, biologis, pengaruh keluarga, pengaruh budaya, dan pengaruh social. 
Terdapat pengaruh positif loneliness terhadap internet addiction pada pengguna internet. Artinya semakin tinggi loneliness yang dirasakan pengguna internet maka semakin tinggi internet addiction yang dirasakan (dan sebaliknya). Sumbangan efektif variabel loneliness terhadap variabel internet addiction adalah 12,8 % artinya loneliness memberikan pengaruh sebesar 12,8 % terhadap internet addiction, sedangkan 87,2 % disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. berdasarkan data hipotetik, skor total variabel loneliness dibagi atas tiga kategori yaitu : tinggi, sedang, dan rendah. Secara umum, loneliness yang dialami oleh subjek penelitian tergolong sedang. Tidak ada perbedaan loneliness pada pengguna internet ditinjau dari usia. Namun dengan membandingkan mean data dari subjek penelitian ini diperoleh bahwa mean loneliness tertinggi dialami oleh subjek yang berada pada rentang usia 34-38 tahun dan paling rendah pada rentang usia 29-33 tahun.
Tuapattinaja, Josseta.M.R., Rahayu, Nina.(2009). Pengaruh loneliness terhadap internet addiction.Pengaruh loneliness terhadap internet  pada individu dewasa awal pengguna internet.4(2).49-54.
b. Kesepian dan Kecenderungan Internet Addiction Disorder terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Gunadarma


Abstrak:
Setiap individu adalah berbeda dan tidak semuanya dapat menjalin hubungan social dengan baik tanpa rintangan yang berarti. Kegagalan atau hambatan dalam interaksi social yang memuaskan dapat mengakibatkan seseorang merasa terisolasi dan kesepian serta dapat menimbulkan akibat-akibat yang tidak baik. Kesepian merupakan kondisi yang tidak menyenangkan.
Adanya perkembangan yang pesat dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi, yaitu adanya internet, seseorang yang kesepian akan menghabiskan waktunya untuk menjelajahi internet (surfing,browsing,dll). Mereka menghabiskan perasaan kesepiannya tersebut dengan cara memasuki dunia on-line atau menjelajahi cyberspace selama beeberapa jam.
Beranjak dari penjabaran mulai dari awal sampai tersebut diatas dan sehubungan dengan semakin banyaknya penguna dan penyedia jasa internet maka timbul minat dari peneliti untuk meneliti : Apakah ada peranan kesepian dan kecenderungan internet addiction disorder terhadap prestasi belajar mahasiswa? Apakah ada hubungan antara kesepian dengan prestasi belajar mahasiswa? Apakah ada hubungan antara kecenderungan internet addiction disorder dengan prestasi belajar mahasiswa? Dan Apakah ada hubungan antara kesepian dengan kecenderungan internet addiction disorder dengan prestasi belajar mahasiswa?
Tujuan Penelitian :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji : Peranan kesepian dan kecenderungan internet addiction disorder terhadap prestasi belajar mahasiswa, hubungan antara kesepian dengan prestasi belajar mahasiswa, hubungan antara kecenderungan internet addiction disorder dengan prestasi belajar mahasiswa, hubungan antara kesepian dengan kecenderungan internet addiction disorder dengan prestasi belajar mahasiswa.
Metodologi :
- Variabel Bebas          : “Kesepian dan Kecenderungan Internet Addiction
Disorder”
- Variabel Terikat        : “Prestasi Belajar”
Subjek
Subjek dalam  penelitian ini adalah mahasiswa pria dan wanita dari Universitas Gunadarma yang merupakan Universitas yang berbasis komputer, mahasiswa yang mengerti dan telah menggunakan internet, sehingga pemilihan sample menggunakan tekhnik purposive sampling dan data ini juga menggunakan kiusioner.
Tempat
Kampus Universitas Gunadarma.
Tahapan Penelitian
Menggunakan dua instrument penelitian yaitu skala kesepian memiliki 49 item valid, dengan koefisien validitas berkisar 0,6261-0,9709 dan koefisien reliabilitas 0,9827. Skala kecenderungan internet addiction disorder memiliki 42 item valid, dengan koefisien validitas berkisar 0,3039-0,6414 dan koefisien reliabilitas 0,9323. Selain itu digunakan pula kuisioner yang berisi 9 item untuk mengungkapkan pola penggunaan internet.
Model Penelitian
Menggunakan matematis yaitu dengan tekhnik statistik regresi dan teknik statistik korelasi
Hasil dan Kesimpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada peranan kesepian dan kecenderungan internet addiction disorder yang signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa, tidak ada hubungan yang signifikan antara kesepian dengan prestasi belajar mahasiswa, tidak ada hubungan yang signifikan antara kecenderungan internet addiction disorder dengan prestasi belajar mahasiswa, tidak ada hubungan yang signifikan antara kesepian dengan kecenderungan internet addiction disorder pada mahasiswa. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa subjek penelitian memiliki tingkat kesepian dan kecenderungan internet addiction disorder yang rendah.
Ada beberapa kemungkinan yang melatarbelakangi ditolaknya hipotesis, yakni adanya variable-variabel lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal mahasiswa. Dan mahasiswa menggunakan internet bukan hanya karena kesepian atau kecenderungan internet addiction disorder, melainkan untuk mencari tugas, mencari lowongan pekerjaan, dan memanfaatkan fasilitas internet lainnya.
Saran dan Usulan lanjutan
Kesepian dan Kecenderungan Internet Addiction Disorder merupakan suatu penyakit yang jangan sampai kita memilikinya apalagi bisa mempengaruhi prestasi belajar kita. Sebenarnya internet terdapat banyak hal yang positifnya, misalkan mencari pekerjaan, mencari informasi, mengetahui berita atau info yang lagi update dll. Sehingga saat kita merasa kesepian jangan menggunakan internet terlalu berlebihan ataupun disalahgunakan pemakaiannya.
Usulan lanjutan : Sebaiknya jangan menggunakan internet yang terlalu berlebihan dan gunakanlah internet seperlunya saja dan jangan sampai disalahgunakan, supaya prestasi belajar kita tidak merosot tajam.
Mukodim, Didin., Ritandiyono., Ratnasita, Harumi.(2004). Kesepian dan  kecenderungan internet addiction disorder terhadap prestasi belajar mahasiswa gunadarma. Kesepian dan Kecenderungan Internet Addiction Disorder terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa.

c. Differential Psychological Impact of Internet Exposure on Internet Addicts 

 

 
Abstrak:
Penelitian yang meneliti tentang dampak yang terlihat secara segera dari internet yang berkaitan dengan mood dan tingkatan psikologis dari internet addict dan pengguna internet yang rendah tingkatanya.Internet addict berhubungan dengan depresi yang lama, impulsive nonconformity, dan sikap autism.Penggunaan internet yang tinggi menggambarkan adanya penurunan dalam mood diikuti dengan pengguna internet dibandingkan pengguna internet yang rendah.Dampak yang akan segera dilihat dari penggunaan internet pada internet addict mungkin berkontibusi dalam menaikkan pemakaian dalam pemaikan dengan orang-orang yang berusaha mengurangi mood mereka yang rendah dengan menghubungkan internet secara cepat.
Metode: Pernyataan Etik
Persetujuan etik pada penelitian ini diperoleh Depertamen KomitePsychological etik, Swansea etik. Partisipan menyediakan informasi yang di tuliskan yang mengarah pada penelitian ini, dan Komite etik menyetujui prosedurnya.
Partisipan:
60 orang yang bersedia menjadi partisipan dalam pembelajaran psikologi di sekitar kampus.
Materials:
Ø  Internet Addiction Test (IAT)
Ø  Positive and negative affect schedule (PANAS)
Ø  Speilberger Trait-State Anxiety Inventory
Ø  Beck’s Depression Inventory (BDI)
Ø  Oxford Liverpool Inventory of Feelings and Experiences-Brief Version (O-Life (B))
Ø  Autistic Spectrum Question Questionnaire (AQ)
Prosedur:
Partisipan berada pada ruangan yang tenang, duduk, lalu diminta untuk mengisi baterai psikologi test. Setelah mengisi test-test nya psikologi, partisipan di perbolehkan mengakses internet melalui computer selama 15 menit.Halaman website sengaja tidak terekam dalam computer, hal ini sudah dikatakan secara explicit kepada partisipan.Prosedur ini di adopsi untuk menyemangati mereka mengunjungi site manapun yang mereka inginkan, terlepas dari situs yang berubungan sepantasnya. Setelah 15 menit mereka diminta untuk mengisi PANAS dan STAI kuessioner.
Hasilnya:





Korelasi Spearman mengungkapkan  korelasi yang kuat antara internet addict (BDI) dan depresi, schizotypal impulsive nonconformity (OLIFE IN), dan juga sikap Autism (AQ). Dan ada juga hubungan yang melemahkan antara internet addict dan kecemasan yang lama (STAI-T) dan mood negative (PANAS).
Sample terbagi dalam  rata-rata nilai IAT untuk menghasilkan kelompok problematic pengguna internet yang low dan high. Rata-rata untuk IAT adalah 41.Menghasilkan kelompok lower problematic (n = 28, mean = 29.5+7.9; 13 laki-laki, 15 perempuan), dan kelompok high problematik(n = 32, mean 50.3+7.2; 18laki-laki, 18 perempuan).Ada kecemasan setelah pemaparan internet dari kelompok lower problematic dibandingkan kelompok high problematic, Mann Whitney U=318,5, p<05 001.="" 001="" 05="" 20="" ada="" berubah="" dampak="" dari="" dasar="" dibandingkan="" high="" internet="" kecemasan="" kedua="" kelompok.="" kelompok="" kuat="" lower="" memperlihatkan="" menggunakan="" menunjukan="" mood="" negative="" p="" pemaparan="" perilaku="" positive="" problematic.="" problematic="" problematicmenunjukan="" ps="" relative="" sebelum="" semua="" signifikan="" tetap="" tetapi="" tidak="" turunnya="" u="234," untuk="" wilxocon="" yang="" z="3,31,"> 10.
Diskusi:
Penelitian yang baru ini betujuan untuk meneliti perbedaan yang berpotensial dari dampak internet yang dipaparkan dari “internet addict” di bandingkan dengan penggunaan kelompok problamtic. Hasilnya menunjukan dampak negative yang mengejutkan dari mood positive dari internet addict.Dampaknya sudah terdapat pada model teorikal internet addict dan pencarian sejenis juga sudah mencatat persyaratan efek negative dalam penjelasan intterent addict pornografi dalam sex internet, yang memungkinkan adanya kesamaan pada addiction ini. Penting juga untuk menyarankan dampak mood yang negative dipertimbangkan sebagai efek penarikan awal, disarankan untuk kebutuhan klasifikasi addiction.Pemakaian internet yang berlebihan bisa terlepas dari pertahanan dan pengisian diri, berhubungan dengan prilaku mood yang rendah. Kurangnya dampak dari kecemasan terlihat dalam masalah penggunaan internet dalam penjelasan internet juga mengobervasi masalah antara internet addict dan bentuk lain dari masalah perilaku. Hubungan antara internet addict, depresi, dan schizotypal impulsive nonconformity sudah diketahui. Bagaimanapun internet addict berhubungan kuat dengan sikap autism dan tidak dipungkiri mungkin sama dengan hubungan sebelumnya antara isolasi social dan internet addiction.
Harusnya ada beberapa keterbatasan yang disebutkan dalam penelitian ini. Dalam experiment ini partisipan hanya diberikan waktu 15 menit untuk menjelajah internet, dan dampak dari mood ini telah dinilai. Walaupun rentang waktu yang diberikan sudah cukup untuk menghasilkan dampak dari mood yang dihitung dengan skala terbaru, tiidak diketahui berapa lama waktu yang diperlukan atau hanya dinamuka sementara dari perubahan mood dan kecemasan selama penjelasan internet diketahui baru-baru saja. Ditambah lagi, konten dari situs yang dikunjungi partisipan tidak termonitor di experiment ini. Tidak jelas apa situs apa yang partisipan kunjungi, tentu saja ini tidak bisa disimpulkan situs ini merupakan situs yang biasanya mereka gunakan. Jelas,jika situs ini termasuk situs pornografi dan judi maka tidak terlihat situs ini akan dikunjungi pada konteks yang mereka lakukan baru-baru saja. Bagaimanapun, keterbatasan yang ada, tetap tidak diketahui apakah dampak dari mood diperoleh dari konteks ini akan serupa dengan konteks lain yang diobservasi.
Diambil bersamaan dari penelitian sebelumnya, hasil ini membantu kita membentuk gambaran distal dan proximal penyebab dari penggunaan internet yang berlebihan. Mereka dengan depresi dan kecemasan yang lama berhubungan dengan isolasi social. Bagaimanapun individu yang mempunyai pengalaman dampak negative dalam mood yang positive dalam penjelasan internet mungkin nantinya dipicu untuk keluar dari penggunaan internet yang berlebihan menyarankan mekanisme yang mungkin mempertahankan penggunaan internet addict.
Romano M, Osborne LA, Truzoli R, Reed P (2013) Differential Psychological Impact of Internet Exposure on Internet Addicts. PLoS ONE 8(2): e55162. doi:10.1371/journal.pone.0055162

#Pinternet Dampak Positif dan Negatif Internet

Zaman modern seperti sekarang ini internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Apalagi di kalangan pendidikan, zaman ini sudah menjadi dunianya teknologi. Apapun bisa dipermudah dengan yang namanya teknologi. Internet sebagai sumber informasi, banyak memberikan kemudahan. Apapun yang kita butuhkan bisa kita dapatkan melalui Internet. Internet merupakan media yang tidak terbatas. Internet tidak memiliki batasan informasi pada penggunanya. Banyak yang sangat mengidolakan Internet, karena Internet sangat membantu karena memberi keefektifan dan juga efisiensi.


Beberapa dampak positif internet bagi remaja di kedua desa, yaitu:
  • Mempercepat dan mempermudah alih ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Membuat proses pembelajaran lebih menarik.
  • Membantu pembelajaran lebih konseptual dan up-to-date (aktual)
  • Sebagai sarana perpustakaan elektronik
  • Menambah wawasan mengenai dunia luar dengan memberikan informasi-informasi terbaru yang dapat meningkatkan pengetahuan.
  • Menambah teman atau relasi melalui situs jejaring sosial seperti Facebook. Melalui Facebook, kita dapat menjalin pertemanan dengan banyak orang yang tidak terbatas oleh geografis.
  • Memudahkan komunikasi dengan orang-orang luar, terutama dengan teman- teman yang sudah lama tidak bertemu.
  • Internet juga melatih untuk menjalin komunikasi dengan warga asing sehingga  dapat mengasah kemampuan dalam berbahasa asing.
  • Internet dijadikan sebagai sarana hiburan. Bagi remaja laki-laki, mereka sering bermain game online untuk menghilangkan kejenuhan setelah beraktivitas, download lagu dan film.
  • Internet dijadikan sebagai media untuk menjalin silaturahmi dengan berbagai teman-teman lama atau sesama anggota dari suatu grup dunia maya.
  • Internet sebagai sarana bisnis untuk menjual suatu produk secara online.
  • Internet dijadikan sebagai sarana untuk mempromosikan band agar dikenal oleh masyarakat dunia maya lainnya.
  •  Internet dapat menjadi sarana perdagangan 
  • Internet sebagai sarana hiburan     

  • Quarterman dan Mitchell (dalam Herring, Susan C. :1996) membagi manfaat internet dalam empat kategori, yaitu:
  • Internet sebagai media komunikasi, merupakan manfaat internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
  • Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, FTP dan WWW (World Wide Web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
  • Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan WWW sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
  • Manfaat komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).
Akan tetapi, semakin berkembangnya Internet, dampak buruknyapun semakin terlihat saat ini. Apalagi yang berhubungan dengan pendidikan. Sudah banyak aksi- aksi penyimpangan melalui internet. Internet sudah tidak digunakan sebagaimana mestinya. Internet bisa dikatakan seperti pisau bermata dua. Kebaikan dan keburukan yang ada di dalam internet perbedaannya hanya setipis kertas.
  • kita banyak kehilangan waktu yang bermanfaat
  • Kebingungan antara Dunia maya dengan DuniaNyata
  • Mengurangi tingkat privasi individu
  • Meningkatkan kecenderungan potensi criminal, seperti penipuan, plagiarism
  • Pengaruh internet telah menyebabkan sebagian pelajar sering melupakan tugas, bolos sekolah dan waktu beribadah.
  • Internet digunakan sebagai sarana untuk mengakses situs-situs pornografi. Hal ini dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja ketika membuka suatu laman atau situs tertentu.
  • Situs jejaring sosial dapat memicu penggunanya melakukan tindak perselisihan dengan temannya di dunia maya maupun di dunia nyata. Hal ini dipicu oleh berbagai hal, seperti akibat penghinaan yang dilakukan oleh temannya di dunia maya, persoalan cinta, kesalahpahaman, dan lain-lain.
  • Banyak pelajar yang rela mengeluarkan banyak uang untuk bermain internet di warung internet.
  • Merebaknya aksi cybercrime (kejahatan dunia maya), dapat berupa hacking, cracking, dan carding, internet gambling, dan cybersex atau cyberporn.  


Sumber: 

 
http://jurnalilmiahtp.blogspot.com/2013/11/pengaruh-internet-terhadap-aktifitas.html

http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/aptika-ikp/files/2013/02/PENANGGULANGAN-DAMPAK-NEGATIF-AKSES-INTERNET-DI-PONDOK-PESANTREN-MELALUI-PROGRAM-INTERNET-SEHAT.pdf

http://palimpsest.fisip.unair.ac.id/images/pdf/astutik.pdf

Senin, 06 Oktober 2014

PENGERTIAN (WWW, EMAIL, SEARCH ENGINE, BROWSER, CHATTING, NETTIQUETTE, KOMUNITAS ONLINE) #PsikologiInternet


WWW

WWW merupakan kepanjangan dari (World Wide Web) yang dapat diartikan sebagai suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi Sumber Seragam untuk mengenal pasti sumber daya berguna. WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian dari pada Internet. Dengan kata lain www juga bisa diartikan sebagai nama yang diberikan untuk semua bagian Internet yang dapat diakses dengan software web browser. Dengan adanya WWW, kita bisa menerima berbagai macam informasi dalam berbagai format. WWW sering disebut juga sebagai protokol pada sebuah URL (Uniform Resource Locator). Fungsi WWW sendiri sebenarnya adalah menyediakan data serta informasi yang dibutuhkan untuk dapat dipergunakan bersama. WWW pertama kali dikembangkan di Pusat Penelitian Fisika Partikel Eropa (CERN), Jenewa, Swiss. Sekitar tahun 1989 Berners-lee membuat proposal untuk proyek pembuatan hypertext secara global, kemudian pada bulan Oktober 1990, ‘World Wide Web‘ sudah bisa dijalankan dalam lingkungan CERN. Pada musim panas tahun 1991 dan WWW resmi digunakan secara luas pada jaringan Internet.


EMAIL

Pengertian E-mail adalah sarana kirim dan mengirim surat melalui jalur Internet atau bisa juga diartikan surat dengan format digital (ditulis dengan menggunakan komputer atau gedget yang telah mendukung aplikasi email) dan dikirimkan melalui jaringan Internet. Layanan e-mail dapat dikelompokkan dalam 2 basis, yaitu email berbasis client dan email berbasis web. Untuk para pengguna email berbasis client, aktifitas email dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak email client, contohnya Eudora atau Outlook Express. Perangkat lunak ini menyediakan fungsi-fungsi penyuntingan dan pembacaan email secara offline (tidak tersambung ke internet). Koneksi hanya diperlukan untuk melakukan pengiriman (send) atau menerima (recieve) email dari mailbox.

Cara Kerja Email :
  • Pengguna menulis email dan kemudian menginstruksikan aplikasi email untuk mengirimkannya pada alamat penerima. 
  • Aplikasi email mengirim email pada komputer mirip seperti seperti kantor pos dan melayani proses penerimaan dan pengiriman email. Komputer demikian disebut email server. 
  • Email server mengidentifikasikan alamat tujuan dan mengirimkannya ke email server yang lain yang lebih dekat ke alamat tujuan. Ada kalanya, sebuah email dikirimkan melalui beberapa email server, tergantung pada rute yang dilaluinya.
  • Setelah email sampai pada alamat penerima kemudia disimpan di email server hingga membuka kotak posnya. 
  • Saat penerima membuka kotak posnya, aplikasi email penerima akan meminta email baru yang terdapat di email server dan mengunduhnya ke dalam komputer pengguna. 
  • Penerima dapat segera membaca email baru yang telah di unduh.

Jenis-jenis Email antara lain :

1. POP mail (Post Office Protocol)
Merupakan email yang diterima melalui Internet Service Provider yang menjadi langganan kita (bagi Anda yang connect internet dari rumah atau kantor).

2. Webmail.
Merpakan adalah layanan email yang basis aksesnya adalah dalam bentuk halaman web. Jika ingin mengakses, memeriksa atau mengirim email, maka harus masuk ke situs web penyedia layanan email dimaksud. Tidak ada jalan lain untuk mengakses email kecuali dengan cara tersebut

3. Email forwarding.
Merupakan layanan e-mail yang meneruskan e-mail yang di terimanya ke alamat e-mail yang lain. E-mail jenis ini bermanfaat bagi orang yang suka ganti-ganti alamat e-mail.



SEARCH ENGINE 


Mesin pencari atau Search engine adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, FTP, publikasi milis, ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan. Search engine merupakan perangkat pencari informasi dari dokumen-dokumen yang tersedia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hits. Informasi yang menjadi target pencarian bisa terdapat dalam berbagai macam jenis berkas seperti halaman situs web, gambar, ataupun jenis-jenis berkas lainnya. Beberapa mesin pencari juga diketahui melakukan pengumpulan informasi atas data yang tersimpan dalam suatu basisdata ataupun direktori web.
Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup, di ataranya yang paling populer adalah Google (MSN Search dan Yahoo!). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin pencari dengan sumber terbuka (open source), contohnya adalah HTdig, Nutch, Egothor 

BROWSER 

Pengertian Browser,- Browser atau Penjelajah Web sudah tidak asing lagi ditelinga kita, setiap hari kita selalu berhubungan dengan browser. Aktifitas kerja ataupun hiburan kini kebanyakan dijalankan di browser dengan memanfaatkan jaringan internet. Secara singkat browser adalah alat untuk menjelajahi atau membuka konten-konten yang bertebaran di dunia maya.

Pengertian Browser

pengertian browser
Pengertian Browser adalah
Pengertian Browser adalah suatu aplikasi atau program yang dijalankan pada perangkat komputer untuk melihat konten yang ada pada media World Wide Web (WWW) dengan memanfaatkan jaringan internet. Teknologi browser yang berkembang saat ini tidak hanya dapat menampilkan halaman yang berisi text atau tulisan saja, browser-browser populer sekarang dapat menampilkan gambar, musik, suara, video, file pdf dan data lainnya.
Browser pertama kali digunakan pada tahun 1993 yang diberi nama browser Mosaic. Mosaic adalah nama browser yang diciptakan oleh tim dari National Center for Supercomputing Applications at the University of illinois at Urbana-Champaign (NCSA-UIUC) tidak lama setelah ditemukannya media baru untuk penyebaran informasi yaitu WWW (World Wide Web). Browser Mosaic pada masa awal lahirnya sangat digandrungi oleh para penjelajah internet. Hal itu terjadi karena Browser Mosaic adalah alat penjelajah internet pertama yang memiliki tampilan grafis dan terlihat lebih menarik. Kepopuleran Mosaic ternyata tidak bertahan lama, pada tahun 1994 browser Mosaic mulai ditinggalkan dengan hadirnya Netscape Navigator. Setelah itu bermunculan-lah browser-browser baru dengan kemampuan yang terus ditingkatkan hingga sampai saat ini.
Beberapa Nama Browser Populer yang pernah ada:
  1. Internet Explorer
  2. Mozilla Firefox
  3. Google Chrome
  4. Safari Browser
  5. Opera
  6. Netscape
  7. Flock
Semua browser di atas mempunyai kemampuan dasar yang sama, yaitu dapat membuka dan menampilkan konten atau dokumen-dokumen yang tersimpan pada sebuah web server. Proses komunikasi antara browser dengan web server sehingga dapat menampilkan konten tulisan dan gambar yaitu dengan menggunakan HTTP (Hypertext Tranfer Protocol)

CHATTING 
Pesan instan (bahasa Inggris: Instant messaging) adalah sebuah teknologi internet yang memungkinkan para pengguna dalam jaringan internetuntuk mengirimkan pesan-pesan singkat secara langsung pada saat yang bersamaan (real time) dengan menggunakan teks kepada pengguna lainnya yang sedang terhubung ke jaringan yang sama.
Konsep yang digunakan oleh teknologi ini muncul pada awal-awal pengembangan sistem operasi UNIX dan jaringan Internet; para pengguna yang sudah masuk log dapat mengirimkan perintah berupa <code>talk</code>, write, dan finger untuk melihat siapa saja yang sudah masuk log dan akhirnya mengirimkan pesan singkat kepada mereka.
Istilan pesan instan (instant messaging) saat ini pada umumnya mengacu kepada sebuah teknologi yang dipopulerkan oleh America Online(AOL), yang kemudian diikuti oleh Yahoo! Google, dan Microsoft (Windows Live Messenge) dan perusahaan-perusahaan lainnya.

Fungsi antar muka yang terdapat dalam Instant Messaging adalah :
  • Instant messages : Untuk mengirim pesan kepada teman yang sedang online pada saat yang bersamaan.
  • Chat : Untuk menciptakan chat room dengan teman atau rekan kerja sehingga pembicaraan dapat berlangsung.
  • Web links : Untuk berbagi link mengenai website favorit.
  • Video : Untuk mengirim serta menyaksikan video dan melakukan chatting secara face to face dengan teman
  • Images : Untuk melihat gambar yang ada teman anda miliki.
  • Files : Untuk berbagi file dengan mengirimkan file tersebut langsung kepada teman.
  • Talk : Berfungsi agar pengguna bisa benar-benar berbicara dengan teman mereka, layaknya telepon.
  • Mobile capabilities : untuk mengirimkan instant message melalui handphone


KOMUNITAS ONLINE

Komunitas Online adalah kumpulan pengguna internet yang membentuk satu wadah karena memiliki persamaan tujuan, hobby, aktivitas, atau lainnya. Anda dapat membangun komunitas online dengan membuat group ataupun mailing list (millist) kemudian mengajak teman, saudara, atau siapa saja untuk bergabung dalam komunitas online yang anda buat. Namun anda dapat lebih mudah jika langsung bergabung dengan komunitas online yang telah ada.
Dengan adanya komunitas online maka anda dapat memasarkan produk bisnis yang dimiliki ke anggota komunitas online lainnya, tentu saja pengiklanan ini harus satu arah dengan tujuan komunitas online tersebut dibentuk jangan sampai nanti anda dikeluarkan oleh pemilik groups karena kesalahan anda tersebut
NETTIQUE 

Netiquette merupakan Etika dalam menggunakan Internet. Internet sebagai sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet.
Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama hal nya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka.
Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini adalah:
  1. Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall
  2. Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah di  jamin keamanannya.
  3. dan yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu,:
a. jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
b. jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit    
c. jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.




Sumber: http://www.indoza.com/2014/01/pengertian-www-http-dan-url-di-internet.html
              http://www.indoza.com/2014/04/pengertian-email-electronic-mail-serta.html  
              http://id.wikipedia.org/wiki/Pesan_instan
              http://www.mandalamaya.com/pengertian-browser/
              http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_pencari_web